Halo, Teman Dhita! Selamat datang kembali di sudut kecilku di internet, inidhita.com.
Apa kabar kalian hari ini? Semoga kopi kalian hangat dan semangat kalian menyala, ya. Hari ini, aku ingin sedikit curhat—bukan tentang resep masakan gagal atau drama ojek online seperti biasanya—tapi tentang sesuatu yang sedikit lebih serius, namun sering kali kita abaikan: Diri kita sendiri.
Beberapa bulan terakhir ini rasanya seperti rollercoaster buatku. Antara deadline pekerjaan, mengurus konten blog, dan mencoba menjaga kehidupan sosial tetap hidup, aku merasa seperti gasing yang berputar tanpa henti. Mungkin kalian juga pernah merasakannya? Momen di mana kita terlalu sibuk mengurus “hidup” sampai lupa mengurus “tubuh” yang menjalani hidup itu sendiri.
Dulu, aku punya prinsip: “Tidur itu untuk orang lemah.” Atau, “Nanti saja istirahatnya kalau proyek sudah selesai.” Terdengar heroik? Tidak juga. Kenyataannya, itu bodoh.
Puncaknya adalah minggu lalu. Aku sedang duduk di depan laptop, siap mengetik artikel baru, ketika tiba-tiba pandanganku kabur dan kepala rasanya berputar hebat. Bukan pusing biasa, tapi jenis pusing yang memaksaku untuk berbaring total. Tubuhku akhirnya mogok. Dia berteriak, “Dhita, istirahat!”
Di momen itu, aku sadar. Aku rajin merawat blog ini, rajin merawat tanaman hias di beranda, tapi aku lupa merawat rumah utamaku: badanku sendiri. Kulitku kusam karena kurang air, mataku lelah, dan energiku nol. Aku sadar bahwa self-love bukan sekadar maskeran di hari Minggu atau beli baju baru. Self-love yang sejati adalah memastikan organ-organ di dalam tubuhku bekerja dengan baik.
Pengalaman itu menjadi tamparan keras buatku. Aku tidak mau kalian, pembaca setiaku, mengalami hal yang sama. Kita sering kali saling menyemangati untuk bekerja keras, tapi jarang menyemangati untuk istirahat sehat.
Karena itu, aku memutuskan untuk membuat perubahan kecil di blog ini. Aku ingin inidhita.com bukan hanya jadi tempat berbagi cerita, tapi juga tempat kita saling mengingatkan untuk hidup sehat. Aku mulai bekerja sama dengan beberapa teman yang ahli di bidang kesehatan medis.
Nah, khusus untuk teman-teman yang baru saja mampir atau baru berlangganan newsletter curhatku (selamat datang di keluarga!), aku punya sesuatu yang spesial buat kalian. Aku ingin kalian memulai perjalanan bersama blog ini dengan langkah yang sehat.
Aku telah menyiapkan akses khusus di Situs Bonus New Member.
“Apa itu, Dhit?” Anggap saja ini sebagai tanda sayang dariku untuk anggota baru komunitas kita. Halaman atau situs tersebut adalah portal rujukan di mana kalian bisa mengklaim “bonus” berupa sesi konsultasi kesehatan vitalitas. Di sana, kalian bisa menjadwalkan pemeriksaan untuk mengecek hal-hal dasar yang sering kita abaikan: Apakah kita kurang darah (anemia)? Apakah hormon stres kita terlalu tinggi? Atau sekadar konsultasi nutrisi agar tidak gampang lemas di tengah hari.
Jangan khawatir, ini bukan bonus berupa barang yang akan menuh-menuhin lemari. Ini adalah bonus kesehatan—investasi yang akan kalian syukuri di masa depan.
Mungkin kalian mikir, “Ah, aku kan masih muda, Dhit. Nanti aja kalau udah tua.” Justru itu kesalahannya!
Sambil kalian mengklaim bonus konsultasi di atas, yuk coba terapkan kebiasaan kecil ini mulai besok:
Terima kasih sudah mau dengar curhatku hari ini. Aku harap cerita kecilku ini bisa jadi pengingat buat Teman Dhita semua. Jangan tunggu sakit baru sadar.
Silakan manfaatkan akses di Situs Bonus New Member yang sudah aku siapkan tadi. Itu langkah kecil, tapi percayalah, efeknya besar banget. Aku ingin kita semua bisa terus berinteraksi di blog ini sampai nenek-nenek nanti, dan itu butuh badan yang sehat, kan?
Jaga kesehatan ya, teman-teman. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!
Salam hangat, Dhita
Dunia digital di tahun 2026 telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita. Seperti…
Datang ke restoran seafood dengan persiapan yang matang bisa membuat pengalaman makan terasa jauh lebih…
Ada ruang yang terasa seperti napas panjang. Sunyi, tapi penuh cerita. Di sinilah potongan perjalanan…
Di zaman sekarang, uang sepuluh ribu rupiah atau yang akrab kita sebut "ceban" mungkin hanya…
Datang ke restoran sering kali bukan hanya soal lapar, tetapi juga soal kenyamanan. Salah satu…
Sebuah tempat makan yang bertahan lama biasanya punya satu benang merah: konsistensi. Konsistensi rasa, konsistensi…